Selasa, 04 November 2008

RESEP OTAK-OTAK TENGGIRI


KELEBIHAN :
  1. Aroma makanan harum khas daun pisang yang dipanggang
  2. Kandungan gizi cukup (KH, protein, lemak nabati)
  3. Lebih higienis dan alami karena terbungkus daun pisang
  4. Pembuatan tidak terlalu rumit dan bahan tersedia di pasaran

KEKURANGAN :

  1. Kurang enak bila langsung dimakan tanpa sambal tauco/kuah empek-empek, dimana untuk anak-anak terkadang tidak disukai karena pedas.
  2. Pada daerah tertentu ikan tenggiri agak sulit, bisa dicoba jenis ikan lain.

Bahan:

450 gr tenggiri , ambil dagingnya, taruh kulkas 30 "

50 gr udang,buang kulitnya lalu haluskan

400 gr sagu tani/tepung tapioka

40 gr gula pasir

1 sdm garam

100 ml santan kental (coconut milk)

450 ml air

50 gr daun bawang

5 siung bawang putih, cincang halus

1 sdt merica bubuk

2 buah putih telur

Daun pisang

trepples/biting

Cara membuat :
Bubur:

  1. Campur terigu, air, bawang putih, aduk rata jangan sampai ada butiran.
  2. Jerang diatas api sedang, aduk terus agar tidak menggumpal, jika sudah seperti bubur dan tidak encer,angkat.
  3. Dinginkan, setelah dingin taruh dalam kulkas (30")

adonan otak- otak:

  1. masukkan gula, garam, merica, ke dalam daging ikan, uleni dengan tangan.
  2. masukkan bubur, uleni lagi hingga tecampur rata.
  3. masukkan putih telur, kemudian santan, uleni lagi hingga rata.
  4. masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit, sambil terus diuleni.
  5. letakkan 1 sdm adonan diatas daun pisang, bungkus memanjang dengan 2-3 kali gulungan, sematkan dengan biting /strepples.
  6. panggang dengan oven suhu 250 derajat F. hingga matang.
  7. Dihidangkan dengan sambal tauco, sambal kacang atau dengan kuah empek- empek.

untuk 50 potong

1 potong : 53.9 kkal

Ultah 1 Persagi

Ulang Tahun I Persagi Kapuas pada 09 Agustus 2008, pelaksanaannya diadakan di depan RSU dr.Soemarno Sosroadmodjo Kuala Kapuas. Perayaan dihadiri Bupati Kapuas yang dalam hal ini diwakilkan, unsur muspida Kab.Kapuas, Direktur RSU Kapuas, Kepala Dinkes/staf, Utusan Profisi lain dan seluruh undangan serta seluruh anggota persagi kapuas.
Pada perayaan 1 tahun Persagi Kapuas diadakan lomba memasak menu penderita Diabetes Militus (DM)/kencing manis...acaranya seru...nanti lebih lanjut diceritain...lihat gambarnya aja ya !!!!!!..





















Senin, 03 November 2008

Tumbuh dan Kembang Anak

MENGAPA ANAK PERLU DIASUH DAN DIBIMBING
Anak perlu diasuh dan dibimbing karena mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah bertumbuhnya anak dari segi jasmani. Perkembangan ialah berkembangnya kepribadian anak, dari seorang mahluk yang tadinya secara mutlak bergantung pada lingkungannya, menjadi seorang yang secara relatif mandiri dan berguna bagi lingkungannya.
 
Perkembangan anak merupakan proses. Artinya, perkembangan itu meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, dan terjadi sebagai hasil interaksi antara faktor bawaan dan faktor lingkungan. Agar perkembangan itu berjalan sebaik-baiknya, anak perlu diasuh dan dibimbing oleh orang dewasa, terutama dalam lingkungan kehidupan berkeluarga.
HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK
Sebagaimana dijelaskan diatas, perkembangan anak dipengaruhi oelh faktor bawaan dan faktor lingkungan. Kedua faktor itu perlu diperhatikan dalam mengasuh anak.
1.Faktor bawaan
Faktor bawaan adalah sifat yang dibawa anak sejak lahir :
Ada anak yang penyabar, pemarah, pendiam, banyak bicara, ceradas, bodoh, dll
Kedaan fisik yang berbeda-beda , ada yang tinggi/pendek, ada yang berkulit hitam/putih, hidung mancung/pesek, dll
Faktor bawaan dapat mempercepat, menghambat, atau melemahkan pengaruh faktor lingkungan. Setiap anak itu unik, artinya bahwa tidak ada satu anak pun yang persis sama. Dalam mengasuh dan membimbing anak, kita tidak boleh membandingkan perkembangan anak yang satu dengan yang lainnya, tanpa memperhatikan sifat mereka masing-masing.
2.Faktor lingkungan
Adalah pengaruh luar atau lingkungan yang mempengaruhi perkembangan anak. Faktor lingkungan meliputi suasana lingkungan dalam keluarga dan hal lain yang berpengaruh dalam perkembangan anak, seperti sarana dan prasarana yang tersedia, misalnya alat bermain, lapangan bermain atau televisi.
Faktor lingkungan dapat merangsang berkembangnya fungsi tertentu dari anak, shingga mempercepat perkembangan anak. Namun, faktor lingkungan juga dapat mmeperlambat atau mengganggu kelangsungan perkembangan anak. Peran orangtua adalah menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak ke arah yang positif.
HAKIKAT MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK
Keluarga merupakan lembaga pertama dan utama dalam mendidik anak. Pendidikan di lingkungan keluarga merupakan dasar-dasar pertama perkembangan anak
Mengasuh dan membimbing anak ialah mendidik anak agar kepribadian anak dapat berkembang dengan sebaik-baiknya, sehingga menjadi manusia dewasa yang bertanggung jawab.
Mengasuh dan mebimbing anak melibatkan seluruh aspek kepribadian anak, baik aspek jasmani, intelektual, emosional dan keterampilan, serta aspek norma dan nilai..
Hakikat mengasuh dan membimbing anak meliputi pemberian kasih sayang dan rasa aman, sekaligus disiplin dan contoh yang baik. Oleh karena itu, diperlukan suasana kehidupan keluarga yang stabil dan bahagia
Mengasuh dan membimbing anak selain merupakan tantangan dalam kelauraga, juga merupakan pengalaman yang menyenangkan dan memuaskan.
Mengasuh dan membimbing anak membutuhkan pengetahuan, keterampilan, pengalaman dan kesabaran orangtua
 MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK UMUR 0 – 1,5 TAHUN
1.Ciri dan tuntutan perkembangan
Memperoleh rasa aman dan rasa percaya dari lingkungan merupakan dasar yang penting dalam hubungan anak dengan lingkungannya
Rasa aman ini diperolehnya melalui sentuhan fisik yang menyenangkan dengan ibunya dan sesedikit mungkin mengalami hal-hal yang kurang mnyenangkan
2.Sikap orangtua
Penuh kasih sayang dalam merawat dan mengasuh akan menimbulkan perasaan aman serta percaya pada bayi
Kesiapan ibu pada setiap saat dibutuhkan oleh bayi, juga menimbulkan rasa aman dan percaya pada bayi
Berilah ASI sesuai dengan kebutuhan bayi anda. Jangan terlalu ketat dengan jadwal pemberian makanan, karena setiap bayi mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda
Bila ibu terpaksa memberikan susu botol, perlakukanlah seperti bayi minum ASI, yaitu dengan cara memeluknyaKetika bayi rewel, carilah penyebabnya dan atasilah masalahnya. Tangisan tidak selalu berarti bayi lapar.
Angkat dan peluklah bayi anda serta gendonglah berkeliling rumah/halaman sambil menunjukkan benda-benda yang ada di sekitarnya
Sering-seringlah berbicara kepada bayi anda setiap hari, pada saat memakaikan pakaian, memberinya makan, memandikan, atau ketika melakukan kesibukan rumah tangga lainnya. Bayi tidak pernah terlalu muda untuk diajak berbicara
Ajaklah bayi anda bermain sambil tersenyum dan tirukanlah gerakan, mimik, dan kegiatannya. Bayi anda akan menirukan kegiatan anda pula.
Senandungkan dan ayunkanlah bayi anda pada saat menidurkan, sehingga ia akan tertidur dengan nyaman.
Perkenalkan dengan berbagai macam benda, bunyi-bunyian, dan warna. Hal ini akan mempercepat perkembangan bayi anda.
Segala hal yang dapat mengganggu proses menyusui dalam hubungan ibu dan anak pada tahap ini akan menyebabkan terganggunya pembentukan rasa aman dan percaya. Hal ini menyebabkan goyahnya tahap perkembangan berikutnya. Anak diliputi rasa tidak aman dan tidak percaya. 
1.Gagguan/penyimpangan yang dapat timbul pada tahap ini
Kesulitan makan
Mudah terangsang, marah, tersinggung (Irritabilitas)
Menolak segala sesuatu yang baru
Sikap dan tingkah laku yang seolah-olah ingin melekat pada ibu dan menolak lingkungan
Bila gangguan tersebut tidak diatasi dengan baik, maka pada masa dewasa kemungkinan besar akan timbul kelainan jiwa yang bercorak ketergantungan yang kuat seperti :
Depresi (rasa murung, sedih, dan perasaan tertekan)
Adiksi obat (ketergantungan obat)
Skizofrenia (gangguan jiwa dengan kepribadian terpecah)
MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK UMUR 1,5 – 3 TAHUN
1.Ciri dan tuntutan perkembangan
Anak akan bergerak dan berbuat sesuatu sesuai dengan keamuannya sendiri, sehingga ia seolah-olah ingin mencoba apa yang dapat dilakukannya
Anak dapat menuntut atau menolak apa yang ia kehendaki atau tidak ia kehendaki
Akan tertanam perasaan otonomi diri, yaitu rasa kemampuan mengatur badannya dan lingkungannya sendiri. Hal ini menjadi dasar terbentuknya rasa yakin pada diri dan harga diri di kemudian hari
2.Sikap orangtua
Doronglah agar anak dapat bergerak bebas dan berlatih melakukan hal-hal yang diperkirakan mampu ia kerjakan, sehingga akan menumbuhkan rasa kemampuan diri. Namun harus bersikap tegas untuk melindungi dari bahaya, karena dorongan anak berbuat belum diimbangi oleh kemmapuan untuk melaksanakannya secara wajar dan rasional
Usahakan agar anak mau bermain dengan anak lainnya. Dengan demikian ia akan belajar bagaimana mengikuti aturan permainan. Namun jangan lupa bahwa dalam bermain atau berhubungan dengan orang lain, anak masih bersifat egoistis, yaitu mementingkan diri sendiri dan memperlakukan orang lain sebagai obyek atau benda sesuai dengan kemauannya sendiri
Banyaklah berbicara kepada anak dalam kalimat pendek yang mudah dimengerti
Bacakan buku cerita atau dongeng kepada anak setiap hari, dan doronglah agar ia mau menceritakan kepada anda apa yang ia lihat atau dengar
Ajak anak ke taman, toko, kebun binatang, lapangan, atau tempat lainnya
Usahakan agar anak membereskan mainannya setelah bermain, membantu kegiatan rumah tangga yang ringan dan menanggalkan pakaiannya tanpa dibantu. Hal ini akan melatih anak untuk bertanggung jawab.
Latihlah anak dalam hal kebersihan diri, yaitu buang air kecil dan buang air besar pada tempatmnya, namun jangan terlalu ketat
Latihlah anak untuk makan sendiri memakai sendok dan garpu, dan ajaklah ia makan bersama keluarga
Berilah alat permainan yang sederhana, dan doronglah agar anak mau bermain balok-balok atau menggambar
Jangan terlalu banyak memberikan larangan. Namun orangtua pun jangan terbiasa menuruti segala permintaan anak. Bujuk dan tenangkanlah anak ketika ia kecewa dengan cara memeluknya dan mengajaknya berbicara.
Gangguan dalam mencapai rasa otonomi diri akan berakibat bahwa anak dikuasai oleh rasa malu dan keragu-raguan serta pengekangan diri yang berlebihan. Sebaliknya, dapat juga terjadi sikap melawan dan memberontak. 
1.Gangguan / penyimpangan yang dapat timbul pada tahap ini
Kesulitan makan, terutama bila ibu memaksa makan
Suka mengadat (ngambek/tempertantrum)
Tingkah laku kejam
Tingkah laku menentang dan keras kepala
Gangguan dalam berhubungan dengan orang lain yang diwarnai oleh sikap menyerang
 MENGASUH DAN MEMBIMBING ANAK UMUR 3 – 6 TAHUN
1.Ciri dan tuntutan perkembangan
Anak bersifat ingin tahu, banyak bertanya berbagai macam, dan meniru kegiatan di sekitarnya.
Anak mulai melibatkan diri dalam kegiatan bersama dan menunjukkan inisiatif untuk mengerjakan sesuatu, tapi ia tidak mementingkan hasilnya. Pengalaman dalam melakukan aktivitas ini amat penting artinya bagi anak.
Seringkali kita lihat bahwa anak cenderung berpindah-pindah dan meninggalkan tugas yang diberikan kepoadanya untuk melakukan yang lain. Hal ini dapat menimbulkan krisis baru karena hal itu bertentangan dengan lingkungan yang semakin menuntut, sehingga anak mengalami kekecewaan
Jika dalam tahap sebelumnya hanya tokoh ibu yang bermakna bagi anak, dalam tahap ini tokoh ayah mempunyai peran penting baginya. Disini terbentuk segitiga hubungan kasih sayang ayah-ibu-anak. Anak laki-laki merasa lebih sayang kepada ibunya, dan anak perempuan lebih sayang kepada ayahnya
Melalui peristiwa ini, anak dapat mengalami perasaan sayang, benci, irihati, persaingan, memiliki dan lain-lain. Begitu pula perasaan takut dan cemas.
Kedua orangtua harus bekerjasama untuk membantu anak melalui tahap ini. Peranan orangtua sebagai tokoh ayah dan tokoh ibu sangat penting
Ayah dan ibu merupakan suatu kesatuan. Oleh karena itu jangan mau dimanipulasi oleh anak. Ayah dan ibu memberikan kasih sayang yang sama, baik terhadap anak perempuan ataupun anak laki-laki
Dengan terselesaikannya hubungan segitiga tersebut, maka anak wanita akan beridentifikasi dengan ibunya dan anak laki-laki dengan ayahnya (identitas seksual maupun identitas diri)
Bila ibu terlalu dominan (menonjol pengaruhnya) dalam rumah tangga, sedangkan ayah kurang tegas atau ayah tidak ada (absen) baik secara lahiriah maupun kejiwaan, maka akan terjadi identifikasi (proses meniru) yang salah. Anak laki-laki akan beridentifikasi dengan ibunya, sehingga ia lebih mengembangkan sikap kewanitaan dan sebaliknya
Anak mulai melihat adanya perbedaan jenis kelamin. Kadang-kadang, ia terpaku pada alat kelaminnya. Sering kita melihat anak laki-laki memegang alat kelaminnya sampai ereksi. Jangan dimarahi karena hal ini tetapi alihkanlah perhatiannya. Bila diatasi dengan baik, fase ini akan berakhir dengan baik pada usia 6 tahun.

2.Sikap orangtua
Berilah kesempatan kepada anak untuk menyalurkan inisiatifnya, sehingga ia mendapat kesempatan untuk membuat kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut
Ikut sertakan anak dalam aktivitas keluarga, misalnya menyapu, berbelanja ke pasar, memasak, atau membetulkan mainan yang rusak
Jangan menakut-nakuti anak. Pada anak laki-laki akan berakibat cemas, karena pada tahap ini ia sangat takut akan kehilangan alat kelaminnya (kastrasi), sedangkan pada anak perempuan timbul rasa iri hati.
Dengar dan hargailah pendapat serta usul yang dikemukakan oleh anak
Jangan menuntut yang melebihi kemampuan anak
Ibu perlu lebih dekat kepada anak perempuannya. Sedangkan ayah perlu lebih akrab dengan anak laki-lakinya
Jawablah pertanyaan anak dengan benar, jangan membohongi atau menunda jawaban, misalnya bila anak bertanya bagaimana caranya adik keluar dari perut mama, jawablah bahwa keluarnya melalui jalan lahir, jangan katakan dibelah dari perut. Hal ini akan menakutkan bagi anak yang dapat berdampak negatif pada jiwanya
Sering-seringlah membacakan buku cerita atau dongeng. Kemudian diskusikanlah isi ceritanya dan tanyakanlah beberapa pertanyaan kepada anak
Berilah ia kesempatan untuk mengunjungi tetangga, teman, dan saudara tanpa ditemani.
Luangkan waktu setiap hari untuk berdialog dengan anak. Dengarkanlah ia dan tunjukkanlah bahwa anda mengerti pembicaraannya dengan mengulangi apa yang dikatakannya. Pada saat ini janganlah menggurui, mencaci dan menyepelekannya
Ajarkanlah untuk membedakan yang salah dan yang benar, serta tata tertib dan sopan santun yang berlaku di masyarakat setempat
Peranan ayah menjadi penting disini. Oleh karena itu ajaklah anak bermain bersama. Disini, ayah perlu bersikap sebagai teman bagi anak
Gangguan dalam mencapai rasa inisiatif akan menyebabkan anak merasa bersalah, rasa takut berbuat sesuatu, takut mengemukakan sesuatu, serta serba salah dalam bergaul
1.Gangguan/ Penyimpangan yang dapat timbul pada tahap ini
Kesulitan belajar
Masalah sekolah
Masalah pergaulan dengan teman
Anak yang pasif dan takut serta kurang kemauan, kurang inisiatif

Minggu, 02 November 2008

KEAMANAN PANGAN

FOODBORNE DISEASES

90% PENYAKIT PADA MANUSIA TERKAIT DENGAN MAKANAN DISEBABKAN KONTAMINASI MIKROBIOLOGI

PENYAKIT MELALUI MAKANAN YANG DICERNA (WHO)

JENIS-JENIS:

INFEKSI

INTOKSIKASI

SUMBER PENCEMARAN MIKROBA:

AIR TERCEMAR

DEBU

LALAT

HEWAN PELIHARAAN

PERLATAN KOTOR, TANGAN YANG KOTOR

PENJAJA PANGAN

PANGAN MENTAH

DSB.

KONSEP KEAMANAN PANGAN

SANITASI PANGAN:

SARANA, PRASARANA, PROSES PRODUKSI:

HARUS MEMENUHI PERSYARATAN SANITASI

MENYELENGGARAKAN PROGRAM PEMANTAUAN SANITASI

MENGAWASI PEMENUHAN PERSYARATAN

KEWENANGAN PEMERINTAH MENETAPKAN PERSYARATAN SANITASI PENGGUNAAN BTP

DILARANG MENGGUNAKAN BTP YANG DINYATAKAN DILARANG/BAHAN KIMIA BERBAHAYA ATAU MELAMPAUI BATAS BTP YANG DIIJINKAN

KEWENANGAN PEMERINTAH (BPOM) MENETAPKAN JENIS DAN DOSIS BTP

MEMERIKSA KEAMANAN BTP BILA BELUM DIKETAHUI DAMPAKNYA BAGI MANUSIA

REKAYASA GENETIKA

PHRG HARUS MEMENUHI KEAMANAN HAYATI & KEAMANAN PANGAN & SEBELUM BEREDAR HARUS ADA PERSETUJUAN DARI KEPALA BADAN POM

IRADIASI PANGAN

WAJIB MEMENUHI PERSYATRATAN KESEHATAN

PENANGANAN LIMBAH

PENANGGULANGAN BAHAYA

MRNJAMIN KESELAMATAN PANGAN, KERJA &LINGKUNGAN

KEMASAN PANGAN

DILARANG MENGGUNAKAN KEMASAN

PANGAN YANG DILARANG

POM MENETAPKAN JENIS KEMASAN YANG DILARANG UNTUK PANGAN & TATA CARA PENGEMASAN PANGAN

DILARANG MEMBUKA KEMASAN UNTUK DIKEMAS KEMBALI

JAMINAN MUTU PANGAN

WAJIB MENYELENGGARAKAN SISTEM JAMINAN MUTU

KEWENANGAN PEMERINTAH MENETAPKAN PERSYARATAN UNTUK DIUJI TERLEBIH DAHULU DI LABORATORIUM SEBELUM DIEDARKAN

LABORATORIUM YANG DITUNJUK/SUDAH TERAKREDITASI

PANGAN TERCEMAR

DILARANGMENGEDARKAN PANGAN BERACUN. BERBAHAYA, MERUGIKAN/ MEMBAHAYAKAN KESEHATAN

DILARANGMENGEDARKAN PANGAN MENGANDUNG CEMARAN MELAMPAUI STANDAR

DILARANGMENGEDARKAN PANGAN YANG MENGANDUNG BAHAN YANG DILARANG

DILARANGMENGEDARKAN

PANGAN MENGANDUNG BAHAN

YANG KOTOR, TENGIK,BUSUK, TERURAI, BAHAN BERPENYAKIT, BRASAL DARI BANGKAI MERUGIKAN/MEMBAHAYAKAN KESEHATAN

PANGAN KADALUWARSA

MENETAPKAN TANGGAL KADALUWARSA

MENARIK PRODUK YANG TELAH KADALUWARSA

Bahaya Mikrobiologis, yang banyak :

Salmonella sp.

Gram (-), anaerobik fakultatif, motil, oksidase (+), katalase (+)

Gejala penyakit oleh salmonelosis : demam enterik, diare berair, sembelit, demam, sakit perut, pusing, mual, lesu

(Terdapat dalam telur, daging ayam, ikan, susu, es krim, kelapa kering, air terkontaminasi, salad kentang, permen coklat)

Clostridium perfringens

Gram (+), batang anaerobik, non-motil, spora diproduksi dalam usus, memproduksi kapsul, memfermentasi laktosa, mereduksi nitrat, mempunyai aktivitas lesitinase

Makanan pembawa : daging ayam & sapi masak

suhu kamar, waktu pendinginan lama !!

Gejala :

sakit perut, mual, diare akut

* Spora tahan radiasi gama

* Toksin bersifat labil terhadap panas, inaktif pada suhu 60oC

* Peka terhadap NaCl & nitrit

* pH minimum 5,0; pH optimum 6,0-7,5; aw minimum 0,95-0,97

Vibrio parahaemolyticus dan V. cholerae

Gram (-), batang, motil, katalase dan oksidase (+), anaerobik fakultatif

Menyebabkan kolera.. Hipersekresi natrium, kalium, klorida dan bikarbonat yang diinduksi oleh enterotoksin menghasilkan diare yang pucat, berair, mengandung serpihan mukus (diare air beras)

Terdapat pada buah, sayuran yang tidak dicuci, hasil laut (ikan dan kerang), paha kodok

* Peka terhadap asam

* V. parahaemolyticus umumnya kurang tahan pada suhu ekstrim dibandingkan V. cholerae

Escherichia coli

Enterohemoragik E. coli (O157:H7) --- Hemoragik dan diare berdarah

* VTEC tahan terhadap fermentasi & proses pengeringan

* VTEC O157 hidup baik dalam makanan beku

* E. coli dapat tumbuh selama pemeraman keju

2 kelompok : Nonpatogenik dan Patogenik

Penyebab diare : EPEC, ETEC, EIEC, VTEC

Sumber utama kontaminasi E. coli :

* EPEC, EIEC, ETEC : manusia (buangan manusia)

* VTEC : alat pencernaan sapi & hewan lain

Clostridium botulinum

Gram positif, motil, anaerobik obligat, berbentuk batang, spora oval

Gejala : lemas, figo, vertigo, pandangan buram, kesulitan berbicara dan menelan

* Toksinnya tidak tahan panas, sangat toksik

* Spora dan toksinnya tahan terhadap pembekuan

* Spora tahan terhadap radiasi

* Produksi toksin pada pH

* inaktif pada suhu 75-80oC

* Tidak dapat tumbuh bila konsentrasi garam > 10 %

Sumber Kontaminasi : Tanah (sayuran akar)

Staphylococcus aureus

Gram (+), bentuk kokus, katalase (+), anaerobik fakultatif

Menyebabkan : infeksi akut (septikemia, toksemia)

Gejala : mual, muntah, kejang perut, diare. Terdapat pada kulit dan saluraan pernafasan

* Stafilokoki hancur oleh pemasakan

* Toksin tahan panas ddan sterilasi

* S. aureus tidak tahan oleh iradiasi

* Tahan garam dan tumbuh oada aktivitas air rendah

* S. aureus tahan terhadap pembekuan dan pelelehan (thawing)

Pseudomonas cocovenenans

Gram (-), batang, katalase (+), oksidasi (-), motil

Memproduksi 2 senyawa beracun dalam tempe bongkrek :

asam bongkrek (tdk berwarna)

toksoflavin (kuning)

Gejala setelah keracunan : setelah 4-6 jam sakit perut, keringat berlebihan, lelah & mual, koma

* asam bongkrek sangat tahan panas dan lebih toksik dari toksoflavin

* Dilarang memproduksi tempe bongkrek

INTOKSIKASI DARI BAHAN ALAM

JAMUR RACUN

JENGKOL

SINGKONG RACUN

IKAN BERACUN

KERANG, UDANG BERACUN

INTOKSIKASI LOGAM BERAT

KERACUNAN MERKURI

KERACUNAN TEMBAGA

KERACUNAN ARSEN

KERACUNAN SENG

KERACUNAN ANTIMON

KERACUNAN KADMIUM

KERACUNAN FLOURIDA

KERACUNAN SIANIDA

KERACUNAN TIMBAL

KERACUNAN NITRIT

RESIDU PESTISIDA

JAMUR RACUN

RACUN MUSKARIN & PHALIN

GEJALA: SAKIT PERUT, MUAL, MUNTAH, DIARE, KEJANG MENINGGAL

JENGKOL

ASAM JENGKOLAT

GEJALA: PERUT KEMBUNG, KOLIK, KEJANG, TIDAK DAPAT KENCING

SINGKONG RACUN

ASAM SIANIDA

GEJALA: MUAL, MUNTAH, PUSING, TIDAK BISA BERNAFAS, PERCEPATAN DENYUT JANTUNG

IKAN BERACUN

TETRODOKSIN

KESEMUTAN MULUT, GATAL, NYERI, OTOT LUMPUH, PERNAFASAN TERGANGGU

KERANG, UDANG BERACUN

RACUN MENYERANG SYARAF

GEJALA: KESEMUTAN, MUAL, MUNTAH, KRAM, LUMPUH

TOKSIN YANG BERASAL DARI METABOLIT MIKROBA

MIKOTOKSIN

AFLATOKSIN, DEOKSINIVALENOL, ERGOT ALKALOID, PATULIN, STERIGMATOSISTIN, ZEARALENON, OKRATOKSIN A

BIOGENIK AMIN

TERKAIT DENGAN PRODUK FERMENTASI LAKTAT (ANGGUR, KEJU, IKAN, DAGING)

SECARA ALAMI BUAH, SAYURAN DAN IKAN

GEJALA : RASA SEPERTI LADA DI MULUT, PUSING, GATAL, MUKA DAN LEHER MEMERAH, SAKIT KEPALA BERAT, DIARE, MUAL & MUNTAH