Senin, 21 Februari 2011

MUSDA II DPP PERSAGI KALIMANTAN TENGAH


Musyawarah Daerah II Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) Provinsi Kalimantan Tengah ini dilaksanaka pada Sabtu, 19 Pebruari 2011 yang dihadiri oleh seluruh anggota DPD PERSAGI dan perwakilan DPC PERSAGI se Pronisi Kalimantan Tengah.
Pada kegiatan ini Ketua Umum DPD Persagi Kalimantan Tengah Periode 2006 - 2009 yang masa baktinya diperpanjang sampai 2010 mengingat AD/ART Persagi Pusat yang mengamanatkan untuk masa bakti kepengurusan selama 5 (lima) tahun menyampaikan laporan pertenggungjawabannya, diantaranya selama kepengurusan telah terbentuk DPC Persagi sebanyak 3 DPC (DPC Kapuas, DPC Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat). Kalimantan Tengah juga sudah memiliki 3 orang Assesor terlatih.
Dalam kesimpulannya Ibu Norliani, S.KM., M.Kes menyampaikan bahwa Persagi merupakan wadah bagi profesi gizi untuk dapat mengaktualisasikan dan mendarmabaktikan diri sesuai kompetensi/keahliannya, dalam menjalankan organisasi seluruh anggota secara sosial dan sukarela serta dengan swadaya anggota dan bekerja demi kemasyarakatan.
Selanjutnya Musda melaksanakan sidang pleno yang dipimpin oleh Ibu Wiwiek Suharti, M. Kes (Ketua DPC Persagi Kapuas) yang membahas dan mengsahkan tatib musda, program kerja DPD Persagi periode 2011 - 2015, dan pelakukan Pemilihan pengurus inti DPD Persagi Provinsi Kalteng. Sebelum pemilihan kepengurusan yang baru diadakan seminar tentang "Menuju Gizi Baik melalui Fortifikasi dan Gizi Seimbang".
Akhir dari Musda II DPP Persagi Kalimantan Tengah menetapkan dan mengesahkan serta melantik Pengurus DPD Persagi Kalteng Periode 2011 - 2015, dimana pengurus terpilih diketuai oleh Bpk Mars Khendra K, STpP., MPH dan selaku Sekretaris adalah Ibu Yulka Susana, M. Kes.

Rabu, 02 Februari 2011

KEGIATAN RUTIN BULANAN DPC PERSAGI KAPUAS


 
Pertemuan rutin DPC Persagi Kabupaten Kapuas yang dilaksanakan tiap bulan, merupakan kegiatan yang bertujuan disamping mempererat kebersamaan sesama profisi gizi juga diisi dengan berbagai informasi terkait perkembangan/permasalahan gizi baik gizi masyarakat maupun gizi klinik.
Pertemuan bulan Pebruari 2011 kali ini membicarakan tentang jabatan fungsional nutrisionis.
Sekilas tentang jabatan fungsional nutrisiones sebagai berikut :

Jabatan Fungsional Nutrisionis adalah PNS yg diberi tugas,tanggung jawab dan wewenang secara penuh oleh pejabat yg berwenang untuk melakukan kegiatan teknis fungsional di bidang pelayanan gizi, makanan dan dietetik, baik di masyarakat maupun  RS, pd perangkat pemerintah propinsi, kabupaten, kota dan unit pelaksana kesehatan lainnya
Jenjang jabatan  Nutrisionis terampil dari terendah s/d tertinggi : (Latar belakang pendidikan D III Gizi)
  1. Nutrisionis Pelaksana
    • Pengatur golongan ruang II/c
    • Pengatur Tingkat I golongan ruang II/d
  1. Nutrisionis Pelaksana Lanjutan
    • Penata Muda golongan ruang III/a
    • Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b
  1. Nutrisionis Penyelia
    • Penata golongan ruang III/c
    • Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/d
 Jenjang jabatan  Nutrisionis Ahli dari terendah s/d tertinggi : (Latar belakang pendidikan S1/S2/S3 gizi )
  1. Nutrisionis Pratama
    • Penata Muda golongan ruang III/a
    • Penata Muda Tingkat I golongan ruang III/b
  1. Nutrisionis Muda
    • Penata  golongan ruang III/c
    • Penata  Tingkat I golongan ruang III/d
  1. Nutrisionis Madya
    •  Pembina golongan ruang IV/a
    • Pembina Tingkat I  golongan ruang IV/b
    • Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c
 Tugas pokok Nutrisionis :
            melaksanakan pelayanan di bidang gizi, makanan, dan dietetik yg meliputi pengamatan, penyusunan program, pelaksanaan, penilaian gizi bagi perorangan, kelompok di masyarakat dan  di Rumah Sakit

Fungsi Nutrisionis :
            bersama dengan profesi lainnya untuk saling mendukung dalam meningkatkan pelayanan gizi sekaligus status gizinya

Kegiatan Nutrisionis :
            berkaitan dengan pelayanan gizi, makanan, dan dietetik  dimulai dari pengumpulan data sampai dengan pembuatan laporan hasil kegiatan. 

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Jabatan Fungsional Nutrisionis, silakan dibaca :
  • Kepmen Pendayagunaan Aparatur Negara No. 23/Kep/M.Pan/4/2001 ttg jabfung Nutrisionis dan angka kreditnya. 
  • Keputusan Bersama Menkes dan Kepala BKN  No. 894/Menkes/SKB/VIII/2001 dan N0.35 tahun 2001 ttg Juklak Jabfung Nutrisionis dan AK.

Selasa, 01 Februari 2011

AYO DAPATKAN KAPSUL VITAMIN A UNTUK BALITA ANDA


Kenapa anak balita harus mendapatkan Vitamin A dosis tinggi ?

Anak yang tidak menerima kapsul Vitamin A  dibandingkan dengan penerima kapsul Vitamin A
- Proporsi gizi kurang, diare, anemia , dan demam lebih tinggi
- Proporsi mendapatkan immunisasi lebih rendah
- Berasal dari keluarga yang memiliki mortalitas bayi dan anak balita yang  lebih tinggi
(Berger et al,2007)


Vitamin A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Saat ini di Indonesia masih terjadi kecenderungan meningkatnya Kurang Vitamin A (KVA) pada ibu dan balita di daerah miskin perkotaan. Menurut data Departemen Kesehatan tahun 1992 menunjukkan hampir 10 juta balita menderita KVA subklinis (serum retinol < 20 µg/dl), 60 diantaranya disertai dengan gejala bercak bitot yang terancam buta. Selain itu pada beberapa propinsi di Indonesia telah ditemukan kasus-kasus baru KVA yang terjadi pada anak penderita gizi buruk, sehingga KVA merupakan masalah gizi utama di Indonesia hingga saat ini.
Hasil kajian beberapa studi menyatakan bahwa vitamin A merupakan zat gizi yang sangat esensial bagi manusia, karena zat gizi ini sangat penting dan konsumsi makanan kita cenderung belum mencukupi dan masih rendah sehingga harus dipenuhi dari luar. Pada anak balita KVA akan meningkatkan kesakitan dan kematian, mudah terkena penyakit infeksi seperti diare, radang paru-paru, pneumonia dan akhirnya kematian. Akibat lain yang berdampak sangat serius dari KVA adalah buta senja dan manifestasi lain dari xeropthalmia termasuk kerusakan kornea (keratomalasia) dan kebutaan.
Vitamin A bermanfaat untuk menurunkan angka kematian dan angka kesakitan, karena vitamin A dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi seperti, campak, diare, dan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Vitamin A juga bermanfaat untuk kesehatan mata dan membantu proses pertumbuhan. Oleh karena itu vitamin A sangat penting untuk kesehatan dan kelangsungan hidup.

Nach...Ayo beritahukan keluarga, kerabat, tetangga, orang terdekat anda yang punyai Anak Balita untuk mendapatkan Vit.A GRATIS di Posyandu, Puskesmas dan jaringannya.

By : M. Hayat, SKM

Jumat, 24 Desember 2010

Rabu, 15 Desember 2010

SOSIALISASI THERAPEUTIC FEEDING CENTER (TFC)



Kegiatan ini di laksanakan tgl 13 -15 Desember 2010 di Palangka Raya (Htl Batu Suli  Internasional) diikuti oleh 8 Kabupaten proyek DHS-2 diantaranya Kabupaten Kapuas, peserta dari lintas program dan lintas sektor : Dinkes, Pemda (Kesra), Bappeda, RSU, PKK, dan Puskesmas tempat TFC (Pusat Pemulihan Gizi) dalam hal ini Puskesmas Mantangai.

Sekilas Mengenai TFC/PPG :

Latar Belakang
• Gizi buruk terjadi karena asupan makanan kualitas & kuantitas tidak mencukupi .
• Penyebab kematian balita karena ISPA, diare, campak, malaria, perinatal dan penyakit lainnya, 54% disertai dengan gizi kurang. (WHO, 2002)
• Prevalensi gizi kurang & buruk pada balita (BB/PB atau BB/TB  sebesar 13,6%.  (Riskesdas, 2007 ) dan  13,1% (2010)
• Penanganan kasus gizi buruk perlu dilakukan secara cepat dan tepat à menurunkan angka kematian & mencegah komplikasi lebih lanjut serta menunjang perbaikan tumbuh kembang anak di masa mendatang.
• Pusat Pemulihan Gizi (PPG) berfungsi sebagai tempat perawatan & pengobatan anak gizi buruk secara intensif di suatu tempat/ ruangan khusus, dimana ibu/ keluarga ikut aktif terlibat dalam perawatan anak gizi buruk.
• PPG dapat dikembangkan dengan kegiatan pelayanan gizi lainnya yang tidak terbatas pada pelayanan anak gizi buruk.
• Penyelenggaraan PPG dapat memanfaatkan fasilitas bangunan yang sudah ada di puskesmas perawatan/ rumah sakit atau membuat bangunan khusus/ baru.

Tujuan Umum
Meningkatkan pelayanan anak gizi buruk melalui pengembangan PPG dalam rangka menurunkan angka kematian anak gizi buruk.

Sasaran PPG
• Anak  Gizi Buruk yang masih dapat ditangani di PPG
• Keluarga yang merawat anak gizi buruk

STANDART PELAYANAN PPG/TFC
Syarat Pembentukan
Bila dalam satu wilayah kecamatan memenuhi kriteria:
- Global Acute Malnutrition (GAM) atau Prevalensi gizi kurang akut > 20%
- GAM/ Prevalensi gizi kurang akut antara 10-19,9% dengan faktor penyulit seperti adanya bencana baik alam maupun non alam.


(sumber: Proyek Sphere, Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum dalam Respons      Bencana, 2004).

Lokasi
• Puskesmas perawatan
• Bila berupa bangunan di luar Puskesmas atau bangunan baru, lokasinya harus berdekatan dengan Puskesmas.

Ketenagaan dan Waktu Kerja
Tenaga (merawat 10-20 anak)
• Dokter   : 1 orang
• Perawat     : 4 orang
• Ahli Gizi/ Nutrisionis : 1 orang
• Juru Masak   : 1 orang
• Tenaga kebersihan dibantu oleh ibu /anggota keluarga anak gibur

Waktu kerja
Sebaiknya 2-3 shift

Fasilitas
• Ruang perawatan Terpisah dari ruang perawatan lainnya
• Ventilasi & pencahayaan cukup
• Tanpa AC dan kipas angin
• Tempat tidur dijauhkan dari jendela atau pintu masuk.
• Luas ruangan ditentukan berdasarkan jumlah tempat tidur.
(10 tempat tidur  diperlukan luas ruangan 10 m x 6 m

Peralatan
• Peralatan medis dan obat-obatan
• Peralatan laboratorium sederhana
• Antropometri
• Media KIE
• Alat Permainan Edukasi (APE).
• Peralatan dapur & peralatan pembuatan formula
• Peralatan kebersihan
• Peralatan mandi dan cuci

Kegiatan
1. Konfirmasi ulang gizi buruk
2. Penerapan Tatalaksana Anak Gizi Buruk.

Langkah-langkah Penyelenggaraan PPG/TFC
A. Persiapan :
Advokasi dan sosialisasi
Untuk mendapat dukungan Pemerintah Daerah, dana, fasilitas, SDM, SOP dan kerjasama LP/LS
B. Penjaringan, dapat dilakukan di :
Posyandu, Puskesmas, PSG, PWS-Gizi
C. Pelaksanaan :
Tatalaksana Anak Gizi Buruk dalam pelayanan oleh tenaga yang sudah terlatih


By : M. Hayat, SKM

Sabtu, 11 Desember 2010

TABURIA (MULTIVITAMIN & MINERAL BALITA)

 APA ITU TABURIA
Taburia adalah tambahan multivitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan gizi dan tumbuh kembang balita umur 6 – 59 bulan.

MENGAPA BALITA PERLU TABURIA
1. Salah satu cara mengatasi maslah anemia gizi besi pada balita selain sirup besi
2. Makanan yang disantap balita cenderung kurang mengandung Zat Besi dan zat gizi lainnya
3. Membantu balita mendapatkan zat gizi mikro yang penting (vitamin dan mineral).

AKIBAT KURANG DARAH...
1. Terhambatnya pertumbuhan balita
2. Terhambatnya perkembangan motorik atau gerak balita (lesu, tidak ceria)
3. Mengurangi kecerdasan atau daya tangkap otak balta
4. Menurunkan daya tahan, balita mudah sakit.

MANFAAT TABURIA
1. Membantu balita tumbuh dan berkembang secara optimal (vitamin A, B, D, Seng, Yodium dan Zat Besi)
2. Meningkatkan daya tahan tubuh balita (vitamin A, B, C dan Zat Besi)
3. Meningkatkan nafsu makan balita (nitamin B dan Seng)
4. Mencegah anemia akibat kekurangan Zat Besi pada balita
5. Mencegah kekurangan zat gizi.

KEUNGGULAN TABURIA
1. Tidak mengubah kebiasaan makan balita sehari-hari
2. Tidak mengubah rasa, aroma ataupun bentuk makanan balita
3. Praktis
4. Memenuhi kebutuhan gizi balita akan 14 vitamin dan mineral penting sehari-hari.

PETUNJUK PENGGUNAAN
1. Tambahkan satu bungkus Taburia satu kali sehari pada makanan padat balita siap santap (nasi, lauk pauk, bubur, biskuit, buah dan lain-lain.
2. Diberikan pada makan pagi
3. Tidak boleh dicampurkan dengan makanan yang berair seperti minuman susu, teh, air karena akan menggumpal dan tidak larut.
4. Tidak boleh dicampur pada makanan yang panas karena beberapa zat gizi akan rusak.

AMAN, HALAL DAN TOYIB
1. Aman, tidak menimbulkan kecanduan, mengandung 16 vitamin dan mineral penting
2. Zat Besi yang ada di Taburia sudah dikemas dengan lemak tidak jenuh (dari bahan kedelai) dan tidak menyebabkan perubahan rasa
3. Halal, tidak mengandung alkohol dan unsur babi.

CARA PENYIMPANAN
1. Selalu simpan dalam boks Taburia
2. Simpan di tempat kering dan tidak lembab
3. Amankan dari serangga, tikus, kecoa dll.
4. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
(Sumber : leafleat Kementerian Kesehatan RI. Dirjen Bina Gizi kesehatan 2010).

disalin oleh M.Hayat, SKM

Minggu, 08 Agustus 2010

HUT KE-3 DPC-PERSAGI KAPUAS THN 2010 DAN SEMINAR SEHARI "GIZI DAN KECERDASAN ANAK SEKOLAH"

Kuala Kapuas, 7 Agustus 2010.
Kegiatan HUT DPC Persagi Kab.Kapuas ke-3 yg juga merupakan bagian kegitan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-65 Tahun 2010 dilaksanakan oleh Panitia yang terdiri dari Anggota Persagi Kab.Kapuas bekerjasama dengan Pemerintah Daerak Kapuas yang dalam hal ini Panitia HUT RI Kab.Kapuas Pemda Kapuas. Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Kapuas, Unsur Muspida Kabupaten Kapuas, Kepala-kepala SKPD dijajaran pemda Kapuas, Ketua-ketua Profesi Kesehatan se Kabupaten Kapuas (IDI, IBI, PPNI, PMI), Ormas se Kabupaten Kapuas, Kepala-kepala bidang di jajaran Dinkes Kab.Kapuas dan RSU Kuala Kapuas, serta peserta seminar sehari “Gizi dan Kecerdasan Anak Sekolah” yang berjumlah 200 peserta. Seminar Sehari tersebut merupakan rangkaian kegiatan HUT, dimana sebagai Narasumber adalah Prof.DR. Soekirman dan Ibu Sri Wahyu Soekirman.

Pada pelaksanaan HUT tersebut ketua panitia M. Hayat SKM menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang banyak membantu baik secara moril maupun materil hingga terlaksananya kegiatan HUT, juga kepada Kepala Dinkes Kab.Kapuas, Direktur RSU Kuala Kapuas selaku pembina/penasehat DPC Persagi Kab.Kapuas. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para donator baik instansi pemerintah maupun swasta, para sponsor/produsen produk-produk gizi yang tidak mengikat, serta seluruh panitia dan pihak-pihak lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Besar harapan panitia kegiatan-kegiatan seperti ini selalu mendapat dukungan semua pihak.
Seirima dengan Ketua panitia, Ibu Wiwik Suharti, M. Kes selaku Ketua DPC Persagi Kab.Kapuas juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemda Kapuas yang telah banyak membantu hingga terlaksana kegiatan ini. Dan ucapan terima kasih serta rasa syukurnya atas berkenannya hadir Prof. Soekirman beserta ibu memenuhi undangan sebagai narasumber pada acara Seminar Sehari. Ibu wiwik berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang besar kepada seluruh anggota Persagi Kab.Kapuas khususnya dan masyarakat Kapuas umumnya. Dalam sambutannya beliau juga memaparkan akan pentingnya peranan gizi terhadap ibu hamil, ibu menyusui, bayi, anak balita.
Pada kegiatan HUT ini, Kepala Dinkes Kab.Kapuas juga menyampaikan sambutan dan arahannya, dimana beliau berharap agar kegiatan-kegiatan serupa bisa dilaksanakan dimasa ke depan, dengan kegiatan ini beliau menghimbau untuk seluruh tenaga gizi agar selalu bekerja keras sesuai dengan tufuksinya dan selalu bersemangat dimanapun tempat tugasnya. Dalam sambutannya Kepala Dinkes Kab.Kapuas menyatakan bahwa Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) hanya dapat dicapai apabila perbaikan status gizi dan kesehatan dilakukan sejak masa kehamilan, bayi, balita, anak sekolah, remaja, sampai dengan usia lanjut. Oleh karenanya, peningkatan status gizi ibu dan balita merupakan langkah awal untuk meningkatkan SDM.
Bapak Bupati Kapuas dalam sambutannya yg dibacakan Wakil Bupati Kapuas menyampaikan penghargaan atas upaya yg dilakukan jajaran kesehatan termasuk ahli gizi Kapuas dalam menekan kasus gizi buruk di Kabupaten Kapuas, masih banyak yg harus dilakukan oleh ahli gizi di wil.Kab.Kapuas mengingat masih rendahnya pengatahuan masyarakat tentang gizi. Dari hasil reskesdas tahun 2007 Kalteng menempati urutan ke 5 terendah dengan status gizi kurang tertinggi. Lebih lanjut Bpk Bupati mengatakan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, anak yg cerdas tentunya harus didukung oleh kualitas dan kuantitas makanan yang cukup sesuai dengan kebutuhan, jika tidak diperhatikan maka akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yg sehat dan cerdas merupakan modal dasar kesuksesan di masa depan, jadi beliau berharap seluruh peserta seminar agar mengikuti acara secara serius dan mengambil menfaat penting dlm rangka menambah pengetahuan dan wawasan mengenai kesehatan khususnya masalah gizi untuk proses kehidupan.
Pada acara Seminar Sehari yang diadakan DPC Persagi Kab.Kapuas dimana Prof.DR Soekirman memaparkan materi Program Dunia Untuk Mensejahterakan Masyarakat dengan Pembangunan Melinium Dunia (MDGs) 2000-2015 dan Ibu Sri Wahyu Soekirman menyampaikan materi Gizi Kuliner. Materi Seminar Sehari tersebut akan kami sajikan pada sesi tersendiri.
SALAM NUTRICI.
MH.