Senin, 09 Maret 2009

ALKOHOL DAN GIZI


1 Alkohol dan Gizi

1.1 Alkohol

Alkohol bukan zat gizi, tetapi bila diminum menghasilkan energi. 1 gram alkohol menghasilkan 7 kkal. Alkohol yang terdapat dalam minuman seperti bir, anggur dan minuman keras lainnya terdapat dalam bentuk etil alkohol atau etanol.

Alkohol sebenarnya terdiri dari berbagai macam, seperti metanol, etanol, propanol (propanol juga punya beberapa isomeri), dan lain sebagainya. Namun yang paling luas digunakan adalah metanol dan etanol. Metanol (yang juga banyak disebut sebagai alkohol kayu karena substansi ini dahulu didapat dari distilasi kayu) adalah substansi yang sangat beracun karena di dalam tubuh akan diubah menjadi formaldehyde, bahan utama formalin (bahan pengawet yang sempat dihebohkan di Indonesia beberapa waktu lalu) oleh hati. Substansi alkohol yang biasa diminum adalah golongan etanol atau etil alkohol dengan rumus kimia CH3CH2OH. Etil alkohol murni adalah senyawa atau substansi yang tidak berwarna berbentuk cairan dengan rasa yang sangat membakar yang membuat tidak ada orang yang mau meminumnya. Alkohol yang diminum biasanya dalam bentuk larutan dan tidak murni alkohol lagi. Bir biasanya mempunyai kadar alkohol 3 hingga 6%, sedangkan anggur 12-14%. Alkohol ini dibuat oleh fermentasi oleh sel-sel ragi yang mengubah karbohidrat terutama glukosa menjadi alkohol. Jika kadar alkohol telah melebihi 15%, maka enzim dalam sel-sel ragi menjadi tidak aktif dan akan gagal dalam menghasilkan alkohol malah setelah melebihi kadar 20%, sel-sel ragi dapat menjadi mati. Anggur-anggur yang lebih keras biasanya dibuat dengan menambahkan konsentrasi alkohol dengan campur tangan manusia, bahkan minuman-minuman yang lebih keras seperti brandy dan whiskey yang mempunyai kadar alkohol sekitar 40-55% dibuat secara distilasi (www.wikipwdia.net).

1.2Penggunaan Alkohol di Dalam Tubuh

Alkohol sangat berpengaruh terhadap makhluk hidup, terutama karena peranannya sebagai pelarut lipida. Kemampuannya melarutkan lipida yang terdapat dalam membran sel memungkinkannya dengan cepat masuk ke dalam sel-sel dan menghancurkan struktur sel tersebut. Oleh karena itu, alkohol dianggap toksik atau racun (Sunita: 2004). Pengaruh alkohol terhadap tubuh telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Diminum dalam jumlah terkendali, alkohol dapat dikatakan berpengaruh baik terhadap seseorang, yaitu mengurangi ketegangan dan menimbulkan percaya diri. Masalahnya adalah jumlah yang terkendali ini sukar ditetapkan, karena manusia berbeda dalam tingkat toleransinya terhadap alkohol yang ditentukan oleh keturunan, keadaan kesehatan, gender, berat badan, dan umur.

Efek alkohol dipengaruhi beberapa faktor, atau dengan kata lain ada beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan metabolisme alkohol di dalam tubuh. Massa tubuh mempengaruhi kecepatan metabolisme alkohol. Wanita yang mempunyai berat 55 kg dapat lebih cepat dipengaruhi alkohol dibandingkan rata-rata pria yang mempunyai bobot badan lebih. Keterisian perut dengan makanan juga mempengaruhi penyerapan alkohol dalam tubuh, keberadaan makanan dalam perut memperlambat penyerapan alkohol di dalam tubuh (www.wikipedia.net).

Etanol diserap langsung ke dalam darah dalam sistem pencernaan. Enzim-enzim yang berada di sistem pencernaan dan juga hati bekerja keras untuk mengeluarkan ‘racun’ etanol dari dalam tubuh, namun kerja paling keras dilakukan oleh hati. Sebuah enzim mengubah etanol menjadi acetaldehyde atau etanal (CH3CHO), yang bertanggungjawab atas penyakit cirrhosis atau sirosis dalam hati. Pada akhirnya acetaldehyde (etanal) ini akan diubah menjadi ion asetat, CH3CO2- yang dapat dimetabolis secara normal oleh tubuh.

1.3 Pencernaan dan Absorpsi Alkohol

Alkohol tidak mengalami pencernaan, sehingga dengan cepat diserap. Sebanyak 20% alkohol yang diminum dalam keadaan perut kosong dapat mencapai sel otak dalam waktu 1 menit. Itulah yang memberi rasa euphoria (sangat gembira) pada seseorang setelah minum alkohol pada waktu perut kosong. Sebaliknya, bila alkohol diminum di saat perut terisi, penyerapan alcohol akan terhambat. Di dalam lambung, sebagian alkohol akan mengalami pemecahan oleh enzim alkohol dehidrogenase. Hal ini dapat mengurangi jumlah alkohol yang diserap ke dalam aliran darah hingga 20%.Perempuan lebih mudah mengalami intoksikasi alkohol, karena lambungnya lebih sedikit mengandung sedikit enzim alkohol dehidrogenase daripada laki-laki (Sunita, 2004).

Menurut Maher (1997), alkohol mempengaruhi banyak bagian di tubuh kita. Setelah dicerna, alkohol melewati kerongkongan (esofagus), lalu masuk ke dalam lambung sebagian kecil diserap. Kemudian masuk ke usus halus, di usus halus alkohol dengan mudah diserap ke dalam aliran darah. Sistem sirkulasi mendistribusikan alkohol ke seluruh tubuh dan mengalami kontak dengan beberapa organ utama seperti jantung. Sebagian alkohol masuk ke paru-paru, alkohol menguap dan diembuskan, sebuah fenomenon yang menjadi dasar untuk tes breath analyzer yang mengukur tingkat intoksikasi. Ketika alkohol berjalan melalui hati, ia dipecah atau dimetabolisasikan menjadi karbon dioksida dan air oleh enzim-enzim (www.Klinik S_E_R_V_O.htm).

Alkohol yang diabsorpsi dibawa melalui pembuluh darah ke dalam hati. Sel-sel hati mengandung enzim alkohol dehidrogenase dan mengoksidasi alkohol dalam jumlah cukup berarti. Jumlah alkohol yang dapat ditangani hati sekaligus rata-rata sebanyak 15 etanol/jam, bergantung pada ukuran tubuh, keadaan kesehatan, jarak waktu makan, kebiasaan umum dan lain-lain. Bila melebihi dari dari jumlah ini, alkohol akan dikeluarkan dari hati, masuk ke sirkulasi darah dan dibawa ke bagian-bagian tubuh lain. Seseorang dikatakan mabuk, jika darahnya mengandung 0,1% alkohol (Sunita, 2004).

1.4 Alkohol Dalam Makanan atau Minuman

Alkohol secara alami dibentuk melalui proses fermentasi karbohidrat oleh mikroorganisme dalam keadaan anaerobic. Adapun tahapannya, yaitu : (1) pembuatan larutan nutrien, (2) fermentasi, (3) destilasi etanol. Adapun bahan-bahan yang mengandung gula tinggi, tidak memerlukan perlakuan pendahuluan yang berbeda dengan bahan yang yang berasal dari bahan pati dan selulosa, yang memerlukan penambahan asam (perlakuan kimia) dan penambahan enzim untuk menghidrolisisnya menjadi senyawa yang lebih sederhana. Jika bahan untuk fermentasi berasal dari biji-bijian seperti jagung dan sereal lainnya, maka bahan tersebut harus direndam dalam air (soaking) hingga berkecambah, lalu direbus dan diprose menjadi mash dan dipanaskan. Di samping penggunaan mikroorganisme pada proses fermentasi, kondisi optimal fermentasi harus dijaga, seperti aerasi, pH, suhu, dan lain-lain (www. hayatulislam.net).

Minuman beralkohol yang diperdagangkan biasanya dibuat dari buah anggur, apel, dan serealia. Tiap Negara mempunyai minuman beralkohol khasnya. Di Indonesia dikenal minuman beralkohol tradisional seperti tuak yang dibuat dari pohon nira dan brem yang dibuat dari beras. Melalui (sumber www.halalmui.or.id), alkohol dalam bentuk khamr (minuman beralkohol) banyak dijumpai sebagai campuran dalam makanan atau minuman meliputi:

a. Khamr sebagai penyedap masakan

Dikenal ada beberapa khamr (arak) sebagai penyedap masakan Cina, Jepang, Korea, dan masakan lokal yang berorientasi khamr. Khamr-khamr itu misalnya : (1) Ang Chiu, sebagai penyedap masakan, berguna untuk mempersedap masakan daging, tim ayam, sea food dan sayur mayur, (2) Lo Wong Chiu, digunakan sebagai saus penyedap masakan, dan digunakan juga sebagai penyedap masakan daging, tim ayam, sea food dan sayur mayur; (3) Anggur Beras Putih, sebagai rendaman obat Thionghoa dan berbagai masakan.

b. Khamr dalam kue

Dalam sebuah resep kue ulang tahun yang terdapat di majalah ternama terdapat deretan bahan yang harus disiapkan. Salah satunya adalah "rhum". Masyarakat ternyata acuh tak acuh terhadap keberadaan bahan tersebut. Mereka perlu tahu bahwa rhum adalah nama dari sebuah minuman keras dengan kadar alkohol sampai 30 persen.

c. Khamr dalam makanan bakaran

Dalam masakan ikan bakar, daging panggang atau barbeque, khamr sering digunakan untuk melunakkan daging dan menciptakan aroma khas khamr. Khamr yang sering digunakan adalah dari jenis arak putih atau anggur beras ketan. Memang tidak semua ikan bakar atau daging bakar menggunakan bahan ini. Tetapi dari beberapa kasus yang terjadi di restoran Jepang dan Cina, penggunaan khamr ini kadang-kadang ditemukan. Ciri masakan bakar yang menggunakan khamr agak susah dideteksi. Secara umum khamr dalam masakan bakar agak susah dideteksi. Secara umum daging atau ikan yang direndam khamr biasanya lebih lunak, lebih empuk dan memiliki aroma khas khamr. Tetapi tanda-tanda tersebut pada kenyataannya sulit dikenali, karena daging yang lunak dan empuk juga bisa disebabkan oleh enzim papain dari daun atau getah pepaya. Sedangkan aroma khamr sangat sulit dikenali, khususnya bagi orang awam yang tidak terbiasa dengan aroma tersebut.

d. Khamr dalam tumisan

Masakan yang menggunakan cara pemasakan tumis juga sering menggunakan khamr sebagai bahan yang ditambahkan. Aroma khamr akan muncul pada saat tumisan dipanaskan dengan api dan khamr dimasukkan ke dalam wajan.

e. Khamr dalam mie

Mie goreng dengan berbagai rasa kadang-kadang ditambahkan khamr untuk mencitarasakan khamr guna menambah selera. Seperti mie goreng ayam, mie goreng sea food, mie goreng udang dan seterusnya. Khamr yang digunakan dalam masakan ini biasanya adalah arak putih, arak merah atau mirin.

f. Khamr dalam seafood

Jangan beranggapan bahwa setiap sea food pasti aman. Meskipun semua isi laut halal, tetapi cara memasaknya sangat beraneka ragam. Pemasakan sea food kadang-kadang menggunakan saus dan khamr untuk menghasilkan rasa dan aroma khas yang konon mengundang selera.

g. Khamr dalam campuran minuman

Di restoran-restoran atau cafe sering ditawarkan beraneka ragam minuman dengan nama keren dan penampilan yang eksentrik. Kadang-kadang kita terjebak dengan nama minuman itu yang kelihatannya aman. Misalnya avacado fload, lemon squash, oranges dan beberapa minuman yang berkonotasi buah-buahan. Tetapi tidak ada salahnya jika kita bertanya kepada pramusaji, apa saja isinya. Sebab tidak jarang di dalam minuman buah itupun ditambahkan rhum atau minuman keras yang lain. Biasanya hal itu dilakukan untuk menimbulkan sensasi khusus ketika kita meneguknya. Dari semua jenis makanan yang berpeluang ditambahkan khamr atau minuman keras itu memang sulit dideteksi secara visual. Apalagi bagi kita yang tidak pernah mengenal minuman keras.

Macam nama minuman dan kadar alkoholnya. (Sumber : Mustafa KS, Alkohol Dalam Pandangan Islam dan Ahli-Ahli Kesehatan, Bandung : PT Alma’arif, 1983 : 23) :

1. Bir Putih, 1 - 5 %

2. Bir Hitam, 15 %

3. Samsu, 20 %

4. Macam-Macam Anggur, 15 %

5. Ryn & Moezelijn, 10 %

6. Anggur Malaga, 15-17 %

7. Tokayer, 15 %

8. Sherry, 20 %

9. Likeuren, 30-50 %

10. Anggur Perancis, 9-11 %

11. Champagne, 10-12 %

12. Anggur Spanyol, 15-20 %

13. Anggur Hongaria, 15-20 %

14. Rhum & Brandy, 40-70 %

15. Jenever, 40 %

16. Bols, 40 %

17. Hulskamp, 40 %

18. Whiskey, 30-40 %

19. Cognac, 30-40 %

20. Tuak & Saguer, 11-15 %

21. Macam-Macam Anggur Obat, 15-20 %

22. Shake, 10 %

2 Manfaat dan Kerugian Alkohol

2.1 Maanfaat Alkohol

Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak akan membuat lebih cepat dalam mengakhiri hidup ini. Tetapi jika alkohol diminum sedikit saja secara teratur dan dikombinasikan dengan gaya hidup sehat, hal ini dapat menjadi resep terbaik mencapai usia panjang.

2.2 Kerugian Alkohol

Meminum alkohol terlalu banyak diketahui dapat merusak hati serta pankreas, yang kita ketahui penting untuk pencernaan dan metabolisme. Selain itu, terlalu banyak mengkonsumsi alkohol juga dapat merusak saluran usus dan mempengaruhi penyerapan zat-zat gizi, serta akan menyebabkan gejala-gejala kurang gizi. Konsumsi alkohol yang berlebihan akan menyebabkan kebutuhan tubuh akan vitamin B kompleks, khususnya thiamin, niacin, piridoksine, asam folat serta vitamin B12, A dan C juga mineral seng, magnesium dan kalsium meningkat. Alkohol mempengaruhi penyediaan, penyerapan dan metabolisme dari zat gizi (www.KeluargaSehat.com).

Berbagai macam kerugian yang diakibatkan terlalu banyak mengkonsumsi alkohol, seperti:

1. Efek alkohol terhadap penyakit kanker

Sebuah tim peneliti internasional di Lyon Perancis melaporkan 3,6% dari semua kasus kanker di dunia berkaitan dengan kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol. Hubungan sebab akibat yang terjadi antara kebiasaan mengkonsumsi minuman beralkohol terlihat pada kasus kanker mulut, pharynx, larynx, esophagus, usus, rectum, hati, kanker serviks, kanker vagina., dan payudara. Lebih dari 60 persen kanker yang berkaitan dengan kebiasaan mengkonsumsi alkohol pada pria terjadi di bagian rongga perut bagian atas, dan diperkirakan 60 persen kanker yang disebabkan oleh minuman alkohol pada wanita adalah jenis kanker payudara (www.googlesyndication.com).

2. Efek alkohol teradap otak

Dosis rendah alkohol memberikan efek relaksasi dan menurunkan ketegangan, inhibisi, konsentrasi, memperlambat refleks dan kecepatan reaksi serta mengganggu koordinasi. Pada dosis sedang menyebabkan bicara lambat, drawsy dan penurunan emosi. Pada dosis tinggi menyebabkan muntah, gangguan pernafasan, penurunan kesadaran, koma bahkan kematian. Pada kadar alkohol minimal dapat menyebabkan gangguan aktivitas glutamat yang mengganggu fungsi otak yaitu memori jangka pendek yang disebut juga alcoholic black out. Kerusakan otak terjadi pada konsumsi alkohol jangka lama, namun dapat juga terjadi akut bila minum 6 gelas alkohol standar dalam satu waktu.

Bagian otak yang lebih tinggi lebih rentan terhadap efek alkohol dengan urutan sebagai berikut, korteks serebri, subkorteks (sistem limbik, talamus dan hipotalamus), bagian bawah lobus frontal dan serebelum. Secara keseluruhan menyebabkan atrofi serebri.

Kematian sel otak di berbagai tempat menyebabkan masa otak secara keseluruhan mengecil. Pada pencitraan pengguna alkohol jangka panjang menunjukkan atrofi di berbagai bagian otak dan penurunan aktivitas otak. Keadaan ini reversibel bila penggunaan alkohol dihentikan pada penggunaan ringan sampai sedang. Namun pada pengguna berat, kerusakan neurologi dapat menjadi permanen dan hampir tidak dapat kembali normal serta sering kali mempunyai predisposisi psikiatri. Pada akhirnya penggunaan alkohol menimbulkan masalah emosi dan sosial karena alkohol mempengaruhi pusat emosi pada sistem limbik, menyebabkan ansietas, depresi bahkan sampai bunuh diri (Budikayanti, A dan Soertidewi, L).

3. Efek alkohol terhadap penyakit kardiovaskular

Meskipun telah dijelaskan sebelumnya, bahwa konsumsi aalkohol dalam jumlah yang rendah atau sedang dapat mencegah penyakit kardiovaskular, tetapi masukan alkohol yang tinggi berasosiasi dengan kematian karena penyakit kardiovaskular. Konsumsi alkohol yang tinggi akan meningkatkan trigliserida, meningkatkan tekanan darah karena kompensasi jantung akibat dari penurunan tekanan darah oleh alkohol. Semakin banyak alkohol dikonsumsi semakin meningkat tekanan darah yang dapat menyebabkan stroke perdarahan. Pada penderita penyakit jantung dapat mencetuskan irama jantung abnormal. Alkohol juga menyebabkan kardiomiopati dan konsumsi alkohol lebih dari 3 gelas perhari menyebabkan abnormalitas faktor koagulasi.

4. Efek alkohol terhadap kehamilan

Pada wanita hamil, konsumsi alkohol sedang menyebabkan gangguan pada perkembangan fetus termasuk berat lahir rendah dan meningkatkan risiko abortus. Dalam jumlah banyak menyebabkan sindrom fetal alkohol yaitu gangguan mental dan retardasi pertumbuhan. Pada suatu penelitian didapatkan peningkatan risiko leukemia secara signifikan pada wanita hamil yang mengkonsumsi berbagai macam alkohol. Kandungan alkohol terbukti dapat menimbulkan kecacatan, baik fisik maupun psikis, bagi janin dalam kandungan. Alkohol dapat menembus plasenta dan masuk ke dalam sirkulasi janin. Karena fungsi organ janin masih muda, maka alkohol akan berada di dalam tubuh janin lebih lama dibandingkan pada tubuh orang dewasa, sehingga dapat menimbulkan kacacatan.

Konsumsi minuman beralkohol bagi wanita yang sedang hamil akan membawa dampak pada kemampuan kognitif anak dikemudian hari. 4 kemampuan kognitif pada anak-anak, seperti : scanning memory jangka pendek, rotaasi mental, perbandingan jumlah dan proses perbedaan. Anak-anak tersebut akan mengalami pemahaman yang lemah pada proses perhitungan (www.kapanlagi.com).

5. Efek Alkohol Terhadap Berbagai Organ Tubuh Lain

Organ tubuh lain yang mengalami kerusakan akibat berbagai proses yang dilalui alkohol, antara lain:

- Ulkus gaster dan intestinal yang terjadi akibat pemakaian alkohol yang konstan mengiritasi dan mendegradasi struktur organ-organ tersebut. Muntah yang masif menyebabkan robeknya sambungan antara esofagus dan gaster. Alkoholisme menyebabkan risiko diare, hemoroid, pankreatitis kronik serta esofagitis yang dapat menyebabkan perdarahan pada pecandu alkohol berat.

- Meningkatnya aktivitas hepar menyebabkan kematian sel dan merangsang faktor imun yaitu sitokin yang mencetuskan reaksi inflamasi dan cedera jaringan sehingga terjadi proses destruksi yang akan menyebabkan pengerasan jaringan hati (sirosis hepatis).

Alkohol dapat menyebabkan hipoglikemi yang berbahaya pada penderita diabetes yang menggunakan insulin.

- Penurunan kadar Zinc dan vitamin B yang akan menyebabkan anemia. Sementara pada penggunaan alkohol jangka panjang mempengaruhi penurunan fungsi dan agregasi platelet yang juga mempengaruhi eritrosit, leukosit dan faktor-faktor hemostasis.

- Alkoholisme akut sangat behubungan dengan pneumonia berat. Pada suatu penelitian di laboratorium hewan didapatkan alkohol secara spesifik merusak kemampuan sel paru untuk melawan bakteri. Alkoholisme kronik menyebabkan perubahan sistem imun. Pada suatu penelitian didapatkan pasien-pasien di tempat perawatan intensif dengan riwayat alkohol secara signifikan mempunyai risiko tinggi mengalami acute respiratory distress syndrome selama perawatan. Hal ini dicetuskan oleh berbagi kondisi medik seperti infeksi berat, trauma, transfusi darah, pneumonia dan berbagai penyakit paru.

- Produksi sperma menurun karena sekresi ormon seks dari hipotalamus/pituitari menurun dan efek langsung dari alkohol ke testis. Pada wanita terjadi peningkatan hormon esterogen yang dapat menyebabkan risiko kanker payudara pada wanita pecandu alkohol sedang. Alkohol juga menurunkan kadar melantonin, hormon yang mengatur regulasi tidur.

- Penggunaan alkohol juga berhubungan dengan osteoporosis, deteriorasi otot, kulit kering dan gatal. Neuropati perifer terjadi pada 5-15% pecandu alkohol. Kesemutan, nyeri dan baal juga dapat terjadi pada tangan, kaki, lengan dan tungkai.

- Pecandu alkohol cenderung kehilangan keseimbangan dan jatuh sehingga sering mengalami memar dan patah tulang dan akan semakin sering terjadi dengan bertambahnya usia.

Tidak ada komentar: